
Menemukan Jati Diri: Kisah Inspiratif Jaeyi '25 di Sinarmas World Academy
Jakarta, Indonesia, 1 Maret 2026 — Setiap perjalanan luar biasa selalu dimulai dari satu momen sederhana yang mengubah segalanya. Bagi Jaeyi '25, momen itu terjadi saat ia sedang fokus melakukan eksperimen titrasi pertamanya di laboratorium Sinarmas World Academy (SWA).Apa yang awalnya terlihat seperti praktik kelas biasa, tiba-tiba berubah menjadi sebuah titik balik. Di sana, kimia bukan lagi sekadar rumus di atas kertas, melainkan sebuah panggilan jiwa."Saat aku pertama kali memakai jas laboratorium SWA dan berhasil menyelesaikan eksperimen titrasi itu, aku langsung tahu: aku akan menjadi seorang dokter, yang mendedikasikan hidup untuk menyembuhkan mereka yang membutuhkan," kenang Jaeyi.
Selama enam tahun menempuh pendidikan dengan beasiswa penuh, Jaeyi menemukan ruang terbaik di SWA untuk mengasah kecerdasan akademik sekaligus membangun kepercayaan diri dan tujuan hidup yang jelas.
Jiwa kepemimpinannya pun teruji nyata melalui perannya sebagai Presiden STUCO, klub MUN, serta berbagai organisasi siswa lainnya yang mengajarkannya tentang kekuatan kerja tim dan seni diplomasi. Namun, hal yang paling membanggakan adalah bagaimana ia menggunakan sains untuk menolong sesama, mulai dari mengembangkan program latihan mata berbasis Arduino dalam proyek "Tech Moguls" hingga mendirikan inisiatif "VisionWorld" untuk membantu para penderita katarak. Bagi Jaeyi, sains bukan sekadar teori di dalam buku, melainkan sebuah alat nyata untuk memberikan dampak positif dan mengubah hidup orang lain menjadi lebih baik.
.jpg)
Dedikasi luar biasa Jaeyi pun akhirnya diakui di panggung internasional. Ia terpilih sebagai penerima Overseas Korean Scholarship, sebuah program beasiswa bergengsi dari Pemerintah Korea Selatan yang hanya diberikan kepada 80 siswa terpilih di seluruh dunia. Beasiswa ini akan mendukung penuh langkah Jaeyi untuk menempuh studi kedokteran di Inje University College of Medicine.
Menanggapi kesuksesan ini, Deddy Djaja Ria, General Manager Sinarmas World Academy, menyampaikan rasa bangganya. Beliau mengatakan bahwa pencapaian Jaeyi adalah cerminan dari apa yang selalu diperjuangkan oleh SWA: mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki karakter kuat, wawasan global, dan komitmen untuk membantu sesama. Selama 18 tahun, SWA telah membangun komunitas belajar internasional, termasuk keluarga besar Korea, untuk memberdayakan mereka agar mampu bersinar dan sukses di kancah dunia.
Mengenang kembali perjalanannya, Jaeyi berbagi: “Mulai dari diskusi seru mencari ide proyek bersama tim BioBuilder, hingga menyiapkan pelatihan CPR dibantu guru-guru yang penuh semangat, aku akan selalu menghargai setiap kenangan di SWA—rumah keduaku.”
Kini, Jaeyi berdiri di ambang pintu sekolah kedokteran dengan membawa perpaduan langka antara ketajaman sains, kematangan kepemimpinan, dan empati yang tulus. Kisahnya menjadi pengingat bagi kita semua bahwa ketika rasa ingin tahu bertemu dengan kesempatan, dan tujuan hidup didukung oleh lingkungan yang tepat, masa depan yang luar biasa akan terbentuk.
